oleh

GUBERNUR JATIM MENGAHARAPKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM TMMD

BANYUWANGI – JKN,

Upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 tahun 2019 yang di pimpin langsung oleh gubernur jatim khofifah indar parawansa bersama pandam v/brawijaya, mayjen TNI R. wisnoe prasetja boedi,di RTH maron genteng kemarin (kamis), 13 juli 2019.

Dalam setahun TMMD mengeluarkan anggaran ada dua kali, untuk tahun ini periode ke dua (2) hanya ada anggaran 5 TMMD, akan tetapi semua kodim akan mendapatkanya hanya saja secara bergilir, tidak ada yang di prerioritaskan untuk 5 kabupaten tersebut, di propinsi jawa timur ada 38 kabupaten kota dan setiap periode anggaranya hanya 5 kabupaten, “tidak ada preoritas khusus hanya saja menunggu urutanya saja setiap periode hanya 5 anggaran itu saja nantik itu usulanya memang dari kodam di sesuaikan dengan koordinasi dengan pemerintah daerah” unjar pangdam v/brawijaya mayjen TNI R. wisnoe prasetja boedi,

Dalam program TMMD yang di kerjakan selama satu bulan ini untuk membangun berupa fisik maupun non fisik, yang sifatnya untuk umum, ” bangunan fisik berupa jalan jembatan, mushola, MCK (mandi cuci kakus) rumah rumah warga ada juga yang non fisik seperti wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, penyuluhan hukum dan juga kesehatan yang di laksanakan selama satu bulan” tambahnya

Gubernur Jatim menambahkan meskipun resminya hanya satu bulan akan tetapi PRAnya sudah di laksanakan mulai tanggal 13 juni 2019, oleh karna itu pembangunan fisik yang ada mencapai 30% sampai 85%, di imbangi dengan hal yang sifatnya non fisik,
“Resminya satu bulan tapi pranya mulai 13 juni kemarin, maka dari itu pembangunan sudah mencapai 30% sampai 85% ber iring dengan hal yang sifatnya non fisik seperti bela negara.itu.kan butuh waktu, sosialisasi untuk pendampingan pertanian, kesahatan, bencana alam,” ujar bu khofifah

Untuk pembangunan infrastruktur akan membantu aksesbilitas warga untuk mengangkut hasil bumi, yang dulunya pakai roda 2 kini bisa pakai roda 4, ketika transportasi publik tersuport maka bukan hanya mobilitas penduduk saja akan tetapi mobilitas barang dan jasa,

Khofifah indar parawansa mengharapkan ” dengan adanya program TMMD ini bisa mendorong kemandirian masyarakat termasuk di dalamnya bagai mana kemudian kepala desa, mereka cukup percaya diri bahwa mereka bisa melakukan pembangunan sendiri dan menyiapkan bagaimana pemberdayaan ekonomi di tingkat desa di lakukan” pungkasnya. (oni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *